Penelitian ini dipelopori oleh Dosen prodi Survei dan Pemetaan (SVM) Politeknik Sinar Mas Berau Coal dan team yang terdiri dari Dr. Ir. Yan Adriansyah, M.T., IPM, Guruh Krisnantara, S.Si., M.URP, dan Kurniawan Setiadi dari Departemen Geoteknik dan Hidrologi, PT Berau Coal, Indonesia. Rangkuman dari penelitian ini adalah bahwa Sifat fisik dan mekanik batuan untuk kebutuhan rekayasa sangat diperlukan dalam setiap pekerjaan sipil/konstruksi, pertambangan dan kebutuhan rekayasa lainnya. Hasil uji kuat tekan (uniaxial compressive strength; UCS) sangat diperlukan dalam berbagai analisis atau rekayasa geoteknik, khususnya di industri pertambangan kaitannya dengan perhitungan rancangan desain lereng tambang dan infrastruktur pendukung lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk penentuan koefisien batuan melalui uji korelasi Point Load Index (PLI) dan UCS. Nilai koefisien atau konstanta yang diperoleh dapat digunakan untuk penentuan nilai kekuatan batuan yang digunakan dalam berbagai analisis geoteknik sehingga analisis dapat dilakukan lebih efisien, efektif dan cepat untuk mendukung pekerjaan rekayasa geoteknik. Sampel batuan yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pemboran geoteknik (full core drilling).

Adapun pengujian sifat keteknikan batuan untuk memperoleh nilai UCS dan PLI dilakukan di laboratorium. Fokus dan objek penelitian dilakukan pada satuan batulempung dan batupasir sebagai bagian dari Formasi Latih. Kedua jenis lapisan ini merupakan tipe batuan yang paling dominan sebagai penyusun lereng tambang yang terdapat di daerah penelitian. Untuk memastikan hasil korelasi sesuai dengan kaidah penelitian ilmiah, maka sebaran data UCS dan PLI dari hasil uji laboratorium diverifikasi dengan menggunakan pendekatan/pengujian statistik. Korelasi dan analisis antara kedua hasil pengujian sifat keteknikan batuan ini sangat berguna untuk input data analisis geoteknik.

Hasil indeks koefisien untuk penentuan nilai UCS dari hasil uji PLI di Pit X Tambang Batubara PT Berau Coal adalah untuk batulempung 23,98, sedangkan untuk satuan batupasir 24,27. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien konstanta bervariasi dan dipengaruhi oleh karakteristik spesifik dari kondisi geologi di setiap wilayahnya masingmasing. Adapun batuan penyusun lereng tambang yang terdapat di daerah penelitian didominasi oleh satuan batulempung, batupasir, dan batubara sebagai produk penambangan. Ketiga satuan batuan ini termasuk dalam Formasi Latih berumur Miosen Tengah bagian Bawah. Rentang data hasil pengujian kekuatan batuan (strength) pada satuan batulempung relatif lebih besar jika dibandingkan dengan satuan batupasir. Hal ini dimungkinkan karena kehadiran sisipan-sisipan material lain pada satuan batulempung ini sehingga menghasilkan indeks kekerasan yang bervariasi.