Penelitian ini adalah hasil kolaborasi Dosen prodi Survei dan Pemetaan (SVM) Politeknik Sinar Mas Berau Coal yaitu Guruh Krisnantara, S.Si., M.URP dan M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D.Eng. dari Departement of Architecture and Planning, Universitas Gadjah Mada . Daerah perkotaan yang rawan bencana memerlukan peningkatan kapasitas untuk mengurangi tingkat risiko. Penelitian ini mengidentifikasi strategi ketahanan dalam menghadapi bencana alam dalam unit kelurahan untuk mendapatkan data terperinci. Penelitian ini menggunakan observasi lapangan untuk menemukan informasi tentang strategi ketahanan yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat dan masyarakat secara umum dengan teknik pengambilan sampel bola salju di setiap unit analisis. Beberapa strategi yang didapat kemudian dibentuk tipologi strategi yang ditemukan di beberapa desa di Kota Yogyakarta.

Hasil dari penelitian ini adalah ada dua jenis strategi untuk meningkatkan ketahanan di Yogyakarta, strategi bottom-up dan strategi top-down. Strategi bottom-up adalah strategi yang memang diprakarsai dan dilaksanakan oleh kelurahan walaupun pada akhirnya tetap tidak terlepas dari peran pemangku kepentingan utama, antara lain melakukan simulasi bencana, pelatihan penggunaan peralatan kedaruratan, sosialisasi bencana, perencanaan, dan persiapan infrastruktur. Strategi top-down adalah strategi atau kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengkoordinasikan tingkat ketahanan di seluruh wilayah Yogyakarta, termasuk penambahan Kampung Tangguh Bencana (KTB), pemekaran kampung, pengorganisasian relawan, dan pengembangan infrastruktur.

Penelitian ini telah terbit di Jurnal JURNAL TEKNOSAINS, VOLUME 10 No. 2, 22 Juni 2021 berikut:

JURNAL TEKNOSAINS Halaman 152—159 ISSN 2089-6131 (Print) ISSN 2443-1311